0 0 Read Time:3 Minute, 49 Second JAKARTA – Saham hijau Indonesia memasuki babak baru setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan IDX Green Equity Designation pada 28 Agustus 2026. Program ini memberikan penetapan khusus bagi saham perusahaan tercatat yang memenuhi kriteria aktivitas ekonomi hijau atau berada dalam proses transisi menuju ekonomi rendah karbon. Langkah tersebut diharapkan memperkuat ekosistem keuangan berkelanjutan di pasar modal Indonesia. Saham Hijau Indonesia Mulai Mendapat Penetapan Khusus Melalui IDX Green Equity Designation, investor akan lebih mudah mengenali perusahaan yang memiliki kontribusi terhadap kegiatan ekonomi hijau atau transisi. BEI menyebut penetapan ini juga bertujuan memberikan informasi yang lebih terstruktur, terukur, transparan, dan telah melalui proses penilaian independen. Dengan sistem tersebut, klaim mengenai aktivitas hijau perusahaan diharapkan tidak hanya berdasarkan pernyataan perusahaan. Tiga Emiten Pertama Dipilih BEI Dalam peluncuran perdana, BEI menetapkan tiga emiten. Ketiganya adalah: PT Hero Global Investment Tbk (HGII) sebagai Green Equity. PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) sebagai Green Equity. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) sebagai Green Equity Transition. Ketiga perusahaan tersebut sebelumnya mengikuti proses piloting bersama penyedia reviu eksternal, yaitu S&P Global Ratings dan PT Sucofindo (Persero). Apa Itu IDX Green Equity Designation? IDX Green Equity Designation merupakan penetapan berbasis kriteria yang digunakan BEI untuk membantu pasar mengidentifikasi perusahaan yang aktivitas bisnisnya berkontribusi terhadap ekonomi hijau atau transisi rendah karbon. Program ini berbeda dari indeks saham. BEI menegaskan bahwa penetapan tersebut bukan pemeringkatan, rekomendasi investasi, maupun jaminan keuntungan saham. Investor tetap harus melakukan analisis sendiri sebelum mengambil keputusan investasi. Penilaian Tidak Sekadar Klaim Hijau Salah satu hal penting dalam sistem ini adalah adanya mekanisme penilaian. BEI menggunakan lima pilar utama, yaitu Financial, Taxonomy, Governance, Assessment, dan Disclosure. Artinya, aktivitas perusahaan dinilai dari kontribusi finansial, kesesuaian dengan taksonomi, tata kelola, asesmen, serta keterbukaan informasi. Pendekatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kredibilitas penetapan saham berbasis hijau. Risiko Greenwashing Jadi Perhatian Perkembangan investasi berkelanjutan tidak terlepas dari risiko greenwashing. Greenwashing terjadi ketika suatu aktivitas atau perusahaan terlihat seolah-olah ramah lingkungan, tetapi klaim tersebut tidak didukung ukuran atau bukti yang memadai. BEI mengatakan penggunaan taksonomi dan asesmen pihak ketiga menjadi bagian dari mekanisme untuk mengurangi risiko tersebut. Dengan demikian, status hijau tidak semata-mata ditentukan berdasarkan klaim perusahaan. Mengacu pada Standar Internasional Kerangka IDX Green Equity Designation juga mengacu pada Green Equity Principles dari World Federation of Exchanges (WFE). BEI sebelumnya membandingkan penerapan skema serupa di sejumlah bursa, termasuk Nasdaq, Brasil, Swiss, dan Filipina. Langkah tersebut dilakukan agar mekanisme di Indonesia tetap memiliki kesesuaian dengan praktik pasar modal internasional. Berlaku Sampai Evaluasi 2027 Penetapan untuk HGII, KEEN, dan TOBA mulai berlaku pada 28 Agustus 2026. Designation tersebut berlaku hingga periode evaluasi tahunan pada Juli 2027. Untuk mempertahankan statusnya, emiten harus melakukan penilaian berkala, memperbarui informasi yang relevan, dan menyampaikan hasil reviu eksternal kepada BEI sesuai mekanisme yang berlaku. Peluang Baru bagi Investor Kehadiran saham hijau Indonesia memberikan tambahan informasi bagi investor yang mempertimbangkan aspek lingkungan dalam strategi investasinya. Investor dapat memiliki referensi tambahan ketika melakukan penyaringan saham berdasarkan faktor keberlanjutan. Namun, status hijau tidak berarti saham tersebut otomatis lebih menguntungkan atau lebih aman. Kinerja perusahaan, kondisi keuangan, valuasi, risiko bisnis, dan kondisi pasar tetap perlu diperhatikan. Emiten Bisa Perluas Basis Investor Bagi perusahaan, penetapan hijau berpotensi meningkatkan visibilitas di mata investor yang memiliki perhatian terhadap aspek keberlanjutan. BEI berharap program tersebut dapat membantu perusahaan memperluas basis investor sekaligus membuka peluang pembiayaan berkelanjutan. Hal ini dapat menjadi semakin penting ketika investor global semakin memperhatikan faktor ESG dalam menentukan alokasi modal. Modal Bisa Mengarah ke Ekonomi Hijau Tujuan yang lebih besar dari program ini adalah mendorong mobilisasi modal menuju aktivitas ekonomi yang memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan. Jika semakin banyak perusahaan memenuhi kriteria, pasar modal dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan bagi pengembangan ekonomi rendah karbon. Artinya, pasar saham tidak hanya menjadi tempat jual beli kepemilikan perusahaan, tetapi juga dapat membantu mengarahkan investasi menuju sektor yang lebih berkelanjutan. Tantangan Tetap Ada Meski memiliki peluang besar, implementasi saham hijau tetap membutuhkan konsistensi. Perusahaan harus menjaga kualitas data, keterbukaan informasi, tata kelola, serta kesesuaian aktivitas bisnis dengan kriteria yang ditetapkan. BEI juga perlu menjaga kredibilitas sistem agar status hijau benar-benar memiliki arti bagi investor. Masa Depan Saham Hijau Indonesia Peluncuran IDX Green Equity Designation menjadi langkah baru dalam perkembangan pasar modal Indonesia. Tiga emiten pertama menjadi awal dari sistem yang diharapkan dapat berkembang lebih luas pada tahun-tahun berikutnya. Jika penerapannya berjalan konsisten, saham hijau Indonesia dapat membantu mempertemukan kebutuhan perusahaan terhadap modal dengan minat investor terhadap ekonomi berkelanjutan. BEI kini membuka jalur baru bagi perusahaan yang ingin menunjukkan kontribusi terhadap ekonomi hijau. Namun, bagi investor, label hijau tetap harus dilihat sebagai informasi tambahan, bukan jaminan keuntungan. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Larry Jackson [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation UMKM Kaltara Tembus Pasar Ekspor, Kesepakatan Bisnis Hampir Rp3 Miliar