0 0 Read Time:2 Minute, 11 Second IPO Shein Hong Kong menjadi salah satu agenda bisnis yang mendapat perhatian besar. Perusahaan fast fashion tersebut berencana mengumpulkan dana hingga sekitar HK$14 miliar atau US$1,8 miliar melalui penawaran saham di Hong Kong. Namun, ada angka yang lebih mencolok. Target valuasi Shein kini hanya sekitar US$27 miliar, jauh dibandingkan valuasi sekitar US$100 miliar yang pernah dicapai perusahaan dalam pendanaan privat pada 2022. IPO Shein Hong Kong Bidik Dana US$1,8 Miliar Shein berencana menawarkan sekitar 280 juta saham dengan kisaran harga HK$47,60 hingga HK$49,50 per saham. Sekitar 90% saham yang ditawarkan akan diarahkan kepada investor internasional. Sejumlah investor besar juga disebut menjadi investor utama dalam penawaran tersebut. Targetnya: 280 JUTA SAHAM → US$1,8 MILIAR DANA → VALUASI ±US$27 MILIAR Valuasi Pernah Mendekati US$100 Miliar Perbandingan dengan masa lalu membuat berita ini semakin menarik. Pada 2022, valuasi privat Shein pernah mencapai sekitar US$100 miliar. Kini target IPO Hong Kong menempatkan nilainya sekitar US$27 miliar. Secara sederhana: 2022: ±US$100 MILIAR 2026: ±US$27 MILIAR Itu berarti target valuasinya sekitar 73% lebih rendah dibandingkan angka puncak tersebut. Kenapa Baru Sekarang Masuk Bursa? Perjalanan Shein menuju pasar saham berlangsung panjang. Perusahaan sebelumnya mengejar pencatatan di New York dan London, tetapi upaya tersebut menghadapi hambatan regulasi dan pengawasan terkait rantai pasoknya di China. Hong Kong kemudian menjadi jalur baru. Regulator China telah memberikan persetujuan untuk rencana pencatatan tersebut setelah proses Shein menuju perusahaan publik berlangsung sekitar empat tahun. Uang IPO Mau Dipakai Buat Apa? Shein berencana menggunakan sebagian besar dana IPO untuk memperkuat bisnisnya. Sekitar 40% dana ditujukan untuk teknologi, sedangkan sekitar 40% lainnya akan digunakan untuk pemasaran. Sisanya dialokasikan untuk tanggung jawab korporasi dan kebutuhan umum perusahaan. Strateginya menjadi: IPO → MODAL BARU → TEKNOLOGI → MARKETING → EKSPANSI Fast Fashion Masih Menjadi Bisnis Raksasa Shein membangun pertumbuhan melalui model bisnis digital yang berbeda dari jaringan toko pakaian konvensional. Data permintaan konsumen, rantai pasok cepat dan distribusi melalui platform online memungkinkan perusahaan menawarkan koleksi baru dalam jumlah besar. Namun, skala bisnis tersebut juga membuat Shein menghadapi perhatian regulator dan kritik mengenai rantai pasok serta model industrinya. IPO Akan Menjadi Ujian Besar Karena itu, IPO Shein Hong Kong bukan sekadar upaya mendapatkan modal. Penawaran saham tersebut akan menjadi kesempatan bagi pasar publik untuk menentukan berapa harga yang dianggap masuk akal bagi salah satu perusahaan fast fashion digital terbesar dunia. Perjalanan valuasinya juga menjadi gambaran perubahan sentimen investor: US$100 MILIAR → REGULASI → IPO TERTUNDA → HONG KONG → US$27 MILIAR Jika rencana pencatatan berjalan sesuai jadwal, debut Shein pada September akan menjadi salah satu IPO ritel global yang paling banyak diperhatikan tahun ini. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Larry Jackson [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Bisnis Online Walmart Melonjak 24%, tetapi Saham Malah Jatuh