0 0
Read Time:4 Minute, 13 Second

Perubahan perilaku konsumen membuat strategi bisnis 2026 semakin beragam. Pelaku usaha kini tidak hanya mengandalkan toko fisik atau marketplace. Mereka juga memanfaatkan konten video, live selling, dan affiliate untuk menjangkau calon pelanggan.

Strategi tersebut memberi peluang baru bagi bisnis kecil. Pemilik usaha dapat memperkenalkan produk secara langsung sambil membangun hubungan dengan calon pembeli.

Pemerintah juga melihat potensi tersebut. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong UMKM untuk meningkatkan kemampuan pemasaran melalui platform digital, termasuk affiliate dan live selling.

Mengapa Live Selling Menarik untuk Bisnis?

Live selling memberikan pengalaman belanja yang berbeda.

Penjual dapat menunjukkan produk secara langsung. Mereka juga dapat menjawab pertanyaan calon pembeli tanpa menunggu pesan masuk.

Interaksi tersebut membuat proses penjualan terasa lebih personal. Konsumen juga dapat melihat produk dari berbagai sisi sebelum mengambil keputusan.

Bagi bisnis kecil, cara ini dapat menjadi alternatif pemasaran dengan biaya yang relatif fleksibel.

Affiliate Membuka Peluang Pemasaran yang Lebih Luas

Affiliate bekerja dengan cara yang berbeda dari iklan biasa.

Pelaku bisnis dapat bekerja sama dengan kreator atau afiliator. Mereka kemudian mempromosikan produk kepada pengikutnya.

Jika promosi menghasilkan transaksi sesuai skema yang berlaku, afiliator memperoleh komisi.

Model tersebut dapat membantu bisnis menjangkau komunitas yang sudah memiliki ketertarikan terhadap kategori produk tertentu.

Namun, pemilik bisnis tetap perlu memilih afiliator secara hati-hati. Kesesuaian audiens menjadi salah satu faktor penting.

Konten Menjadi Bagian Penting dalam Strategi Bisnis

Live selling dan affiliate membutuhkan konten yang menarik.

Pelaku usaha tidak cukup hanya menampilkan produk. Mereka perlu menjelaskan manfaat, cara penggunaan, keunggulan, dan alasan konsumen perlu mempertimbangkan produk tersebut.

Konten juga harus terasa natural. Konsumen biasanya lebih mudah tertarik ketika penjual mampu memberikan informasi yang jelas.

Karena itu, kemampuan membuat konten menjadi salah satu aset penting dalam bisnis 2026.

Jangan Hanya Mengejar Jumlah Penonton

Jumlah penonton memang terlihat menarik. Namun, angka tersebut tidak selalu menunjukkan keberhasilan bisnis.

Pelaku usaha perlu melihat indikator lain. Contohnya adalah jumlah klik, pertanyaan pelanggan, transaksi, pelanggan baru, dan pembelian ulang.

Data tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai efektivitas kampanye.

Dengan begitu, pemilik bisnis dapat mengetahui konten mana yang menghasilkan penjualan.

Produk Lokal Punya Peluang Besar

Pemerintah juga mendorong pemanfaatan ekosistem digital untuk memperluas pasar produk lokal.

Dalam program Road to Harbolnas 2026, pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku e-commerce, asosiasi industri, dan UMKM untuk memperluas jangkauan produk dalam negeri.

Kondisi ini memberikan peluang bagi produk lokal.

Produk makanan, fesyen, kerajinan, kecantikan, perlengkapan rumah, hingga produk kreatif dapat memanfaatkan konten digital untuk menemukan pasar baru.

Bisnis Harus Tetap Menghitung Biaya

Strategi digital bukan berarti bisnis dapat mengabaikan perhitungan keuangan.

Pemilik usaha perlu menghitung biaya produksi, biaya promosi, komisi affiliate, biaya pengiriman, dan keuntungan bersih.

Kesalahan dalam menghitung biaya dapat membuat omzet terlihat besar, tetapi keuntungan tetap kecil.

Karena itu, pelaku bisnis perlu memisahkan omzet dan laba. Keduanya memiliki arti yang berbeda.

Pelayanan Tetap Menjadi Kunci

Strategi pemasaran dapat mendatangkan pelanggan. Namun, pelayanan menentukan apakah pelanggan akan kembali.

Bisnis perlu memberikan informasi produk yang akurat. Penjual juga harus memproses pesanan dengan baik dan menangani keluhan secara profesional.

Pengalaman pelanggan dapat memengaruhi reputasi bisnis.

Karena itu, live selling dan affiliate sebaiknya menjadi bagian dari strategi bisnis yang lebih besar. Keduanya bukan pengganti kualitas produk dan pelayanan.

Cara Memulai Live Selling untuk Bisnis

Pelaku usaha tidak harus langsung membuat sesi live selama berjam-jam.

Mulailah dengan durasi yang realistis. Pilih beberapa produk yang paling mudah dijelaskan.

Kemudian buat daftar topik sederhana. Misalnya, manfaat produk, cara penggunaan, perbandingan produk, pertanyaan pelanggan, dan promo yang sedang berjalan.

Setelah beberapa sesi, evaluasi hasilnya.

Perhatikan produk yang paling banyak mendapat perhatian. Lihat juga waktu yang menghasilkan interaksi paling tinggi.

Affiliate Juga Membutuhkan Strategi

Pelaku bisnis sebaiknya tidak memilih afiliator hanya berdasarkan jumlah pengikut.

Audiens yang sesuai jauh lebih penting.

Misalnya, bisnis perlengkapan olahraga dapat bekerja sama dengan kreator yang membahas olahraga. Bisnis makanan dapat mencari kreator kuliner.

Kesesuaian tersebut dapat membuat promosi terasa lebih relevan.

Pelaku usaha juga perlu menetapkan aturan komisi dan materi promosi secara jelas sejak awal.

Tantangan Strategi Bisnis Digital

Live selling dan affiliate memang menawarkan peluang. Namun, persaingan juga semakin ketat.

Banyak bisnis menggunakan strategi yang sama. Konsumen pun menerima banyak konten promosi setiap hari.

Karena itu, bisnis membutuhkan pembeda.

Pembeda tersebut dapat muncul dari kualitas produk, cara bercerita, pelayanan, harga, kemasan, atau pengalaman pelanggan.

Bisnis yang mampu membangun kepercayaan memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan pelanggan.

Bisnis 2026 Semakin Mengutamakan Kreativitas

Perkembangan ekonomi digital membuat kreativitas semakin penting.

Bank Indonesia sendiri mendorong UMKM melakukan transformasi digital melalui penguatan pemasaran digital, e-commerce, dan pencatatan keuangan.

Artinya, pelaku usaha perlu melihat teknologi sebagai alat untuk mengembangkan bisnis.

Teknologi dapat membantu menemukan pelanggan. Namun, kreativitas menentukan bagaimana bisnis menarik perhatian mereka.

Kesimpulan

Bisnis 2026 menghadapi perubahan besar dalam cara menjangkau konsumen. Live selling dan affiliate menjadi dua strategi yang semakin menarik bagi pelaku usaha.

Keduanya dapat membantu bisnis memperluas pemasaran. Namun, pelaku usaha tetap perlu menghitung biaya, memilih mitra yang tepat, dan menjaga kualitas pelayanan.

Pada akhirnya, teknologi hanya menjadi alat. Keberhasilan bisnis tetap bergantung pada produk, strategi, kreativitas, dan kepercayaan pelanggan.

Dengan strategi yang tepat, live selling dan affiliate dapat menjadi bagian penting dari perjalanan bisnis untuk menemukan pasar baru.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %