0 0 Read Time:1 Minute, 52 Second Jakarta International Photo Festival (JIPFest) 2026 kembali membawa seni fotografi ke ruang publik. Festival ini menghadirkan lebih dari 50 proyek fotografi, instalasi, dan karya multimedia dari 19 negara. JIPFest 2026 berlangsung pada 11–20 September 2026 di Gedung Trisno Soemardjo, kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat. Tahun ini menjadi penyelenggaraan keenam festival tersebut. JIPFest 2026 Angkat Tema Resiliensi JIPFest 2026 mengusung tema “Resiliensi”. Tema tersebut mengajak masyarakat melihat kemampuan manusia dalam menghadapi perubahan, beradaptasi, dan kembali tumbuh. Kurator Chelsea Chua menjelaskan bahwa para seniman menghadirkan perspektif personal melalui karya fotografi. Karya tersebut merekam berbagai pengalaman manusia ketika menghadapi perubahan lingkungan dan kehidupan sosial. Festival ini juga mengangkat sejumlah isu penting. Beberapa di antaranya mencakup krisis iklim, lingkungan, budaya, tekanan ekonomi, hingga dinamika politik. Puluhan Seniman Hadirkan Perspektif Beragam JIPFest 2026 melibatkan 52 fotografer, seniman, pembicara, dan praktisi lintas disiplin. Mereka mengikuti 29 program publik selama festival berlangsung. Dari ratusan proposal yang masuk, kurator memilih 22 proyek fotografi dari 19 negara. Proses tersebut melibatkan 408 proposal dari praktisi yang tersebar di 58 negara. Keragaman peserta membuat festival ini memiliki sudut pandang yang luas. Setiap karya menawarkan cara berbeda dalam membaca perubahan dunia. Seni Fotografi Bertemu Komunitas Selain pameran, JIPFest menyediakan berbagai program untuk masyarakat. Pengunjung dapat mengikuti walking tour, artist talk, diskusi, portfolio review, workshop, dan public lecture. Program tersebut mempertemukan fotografer, seniman, kurator, komunitas, serta masyarakat umum. Pertemuan ini membuka ruang untuk bertukar gagasan dan pengalaman tentang fotografi. JIPFest juga memperkenalkan JIPFest Connect. Program ini memperluas kolaborasi dengan lembaga, komunitas, institusi, dan pelaku industri kreatif. Indonesia Photo Fair Ikut Meramaikan Ekosistem Seni Rangkaian JIPFest 2026 kemudian berlanjut dengan Indonesia Photo Fair (IPF). Pameran tersebut berlangsung pada 18–20 September 2026 di Galeri Emiria Soenassa dan Galeri S. Sudjojono, Taman Ismail Marzuki. IPF membawa semangat “Where Photography Meets Culture, Commerce, and Community”. Acara ini mempertemukan fotografer, penerbit, kolektor, pelaku industri, komunitas, dan publik. Kehadiran JIPFest dan IPF menunjukkan perkembangan ekosistem seni fotografi di Indonesia. Seni tidak hanya hadir sebagai karya visual, tetapi juga menjadi ruang dialog, kolaborasi, dan pertukaran ide. Bagi masyarakat, festival seperti JIPFest memberi kesempatan untuk menikmati karya sekaligus memahami berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan modern. Seni fotografi akhirnya menjadi medium untuk melihat perubahan dari sudut pandang manusia. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Larry Jackson [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Pameran Seni Indonesia 2026 Semakin Ramai, Ruang Kreatif Terus Berkembang Pameran Seni di Museum MACAN Berlanjut hingga Oktober 2026