0 0
Read Time:3 Minute, 57 Second

JAKARTAData center Indonesia menghadapi tantangan baru seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital. Ekspansi pusat data diperkirakan membutuhkan tambahan kapasitas listrik sekitar 2.000 megawatt (MW), sementara permintaan terhadap fasilitas pusat data terus meningkat.

Kebutuhan energi tersebut menjadi perhatian karena pusat data harus bersaing dengan sektor lain yang juga membutuhkan pasokan listrik, seperti hilirisasi industri, transportasi, dan elektrifikasi rumah tangga.

Data Center Indonesia Terus Bertumbuh

Pertumbuhan data center Indonesia tidak terlepas dari meningkatnya penggunaan layanan digital dan perkembangan kecerdasan buatan atau AI.

Kepala Riset PT BBKP Indonesia William Simadiputra mengatakan kebutuhan tambahan listrik sekitar 2.000 MW menunjukkan besarnya energi yang diperlukan untuk mendukung ekspansi pusat data ke depan.

Sebagai gambaran, kapasitas pembangkit listrik sebesar 2.000 MW dapat memasok kebutuhan listrik setidaknya satu kabupaten. Namun, angka tersebut merupakan proyeksi kebutuhan ekspansi data center ke depan dan bukan target tambahan listrik yang harus tersedia khusus pada 2026.

Permintaan Pusat Data Bisa Antre Satu Tahun

Besarnya permintaan bahkan membuat kapasitas data center baru cepat terserap pasar.

Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santosa, mengatakan pembangunan kapasitas baru sebesar 100 MW hingga 200 MW dapat langsung habis terserap.

Kondisi tersebut membuat calon pengguna harus menunggu sekitar enam bulan hingga satu tahun untuk mendapatkan kapasitas pusat data. Indonesia saat ini memiliki sekitar 45 data center berskala besar.

Situasi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kebutuhan digital mulai bergerak lebih cepat dibandingkan kemampuan pembangunan infrastruktur.

Listrik Bukan Satu-satunya Masalah

Meski kebutuhan listrik menjadi perhatian, persoalan data center Indonesia tidak hanya berada pada kemampuan pembangkit.

Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) Hendra Suryakusuma mengatakan masalah utama di sejumlah lokasi justru berkaitan dengan transmisi.

Operator data center harus mempertimbangkan ketersediaan energi, gardu induk, jaringan transmisi, serta konektivitas kabel bawah laut sebelum menentukan lokasi pembangunan.

Bahkan, sejumlah anggota IDPRO disebut harus menunggu dua hingga tiga tahun untuk pembangunan gardu induk.

AI Membuat Kebutuhan Energi Makin Besar

Perkembangan AI menjadi salah satu faktor yang membuat kebutuhan energi pusat data semakin tinggi.

Server AI modern membutuhkan daya jauh lebih besar dibandingkan server generasi sebelumnya. Menurut Hendra, pada 2016 satu rak server umumnya jarang menggunakan daya lebih dari 10 kW.

Kini, server Nvidia Grace Blackwell 200 dapat menggunakan daya hingga sekitar 135 kW untuk satu rak. Artinya, kepadatan kebutuhan daya meningkat sangat tajam seiring berkembangnya komputasi AI.

Pendinginan Data Center Ikut Berubah

Konsumsi energi bukan satu-satunya konsekuensi meningkatnya kepadatan komputasi.

Pusat data juga membutuhkan sistem pendinginan untuk menjaga perangkat tetap bekerja dalam suhu yang aman.

Beban komputasi AI yang semakin tinggi membuat pendinginan udara konvensional menghadapi keterbatasan. Karena itu, operator mulai mengadopsi sistem pendinginan hibrida yang menggabungkan teknologi udara, evaporatif, dan cair atau liquid cooling.

Danantara Melihat Peluang Investasi

Kelangkaan kapasitas juga membuka peluang investasi.

Danantara menyatakan siap memperluas investasi di sektor pusat data untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur digital yang terus meningkat.

Selain pusat data, Danantara juga menaruh perhatian pada komponen pendukung seperti semikonduktor dan AI chip. Danantara disebut telah bekerja sama dengan Arm untuk mengembangkan desain chip.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekosistem AI tidak hanya membutuhkan aplikasi, tetapi juga pusat data, energi, jaringan, dan komponen semikonduktor.

Indonesia Punya Potensi Besar

Pertumbuhan pusat data terjadi seiring besarnya ekonomi digital Indonesia.

Menurut laporan DBS dan Tenggara Strategics yang dikutip Katadata, nilai gross merchandise value atau GMV ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar US$99 miliar pada 2025.

Besarnya aktivitas digital tersebut membuat kebutuhan terhadap infrastruktur komputasi, penyimpanan, dan konektivitas ikut meningkat.

Infrastruktur Jadi Kunci Era AI

Perkembangan data center Indonesia memperlihatkan bahwa era AI membutuhkan infrastruktur yang jauh lebih besar.

Perusahaan teknologi tidak cukup hanya memiliki model AI. Mereka membutuhkan pusat data dengan daya komputasi tinggi, pasokan listrik stabil, jaringan cepat, sistem pendinginan efisien, serta keamanan yang kuat.

Karena itu, pembangunan data center berpotensi menjadi salah satu sektor penting dalam perkembangan ekonomi digital Indonesia.

Tantangan Besar di Depan

Indonesia harus menyiapkan infrastruktur energi dan digital secara bersamaan.

Kebutuhan listrik dari data center akan bertambah ketika AI, cloud computing, dan layanan digital terus berkembang. Pada saat yang sama, sektor lain juga membutuhkan tambahan listrik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Tantangannya adalah memastikan ekspansi pusat data tidak mengurangi kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan elektrifikasi masyarakat dan industri lainnya.

Data Center Indonesia Jadi Infrastruktur Strategis

Kebutuhan tambahan listrik sekitar 2.000 MW dan antrean kapasitas hingga satu tahun menunjukkan bahwa data center Indonesia telah menjadi infrastruktur strategis.

Pertumbuhan AI bahkan membuat kebutuhan daya per rak server meningkat drastis. Kondisi tersebut mendorong perusahaan dan pemerintah untuk memikirkan bukan hanya pembangunan gedung pusat data, tetapi seluruh rantai infrastrukturnya.

Mulai dari listrik, transmisi, pendinginan, jaringan, semikonduktor, hingga sumber daya manusia.

Data center Indonesia kini berada di persimpangan antara peluang ekonomi digital dan tantangan kebutuhan energi. Jika infrastrukturnya mampu berkembang sejalan dengan permintaan, pusat data dapat menjadi salah satu fondasi utama pertumbuhan AI dan ekonomi digital Indonesia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp rtp mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong gila4d vertu789 karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto slot gacor karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto kaskus288 sarang288 sarang288 sarang288 sarang288 sarang288 ayamtoto slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot88 slot gacor slot gacor slot gacor ketua288 slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor