0 0 Read Time:5 Minute, 35 Second JAKARTA – AI Factory Indonesia memasuki babak baru setelah Zankore by Indosat resmi diluncurkan pada Agustus 2026. Platform tersebut dikembangkan melalui kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA untuk membangun infrastruktur komputasi kecerdasan artifisial berskala besar. Proyek tersebut menargetkan kapasitas hingga 1 gigawatt (GW) dalam tiga tahun. Pemerintah menilai pembangunan ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat AI di kawasan Asia Tenggara. AI Factory Indonesia Ditargetkan 1 GW Target 1 GW menjadi angka utama dalam proyek Zankore. Kapasitas sebesar itu dirancang untuk menyediakan kemampuan komputasi yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan AI. Mulai dari pengembangan aplikasi hingga penggunaan AI untuk kebutuhan perusahaan dapat ditopang oleh infrastruktur tersebut. Tahap Awal 200 MW Pembangunan tidak langsung mencapai kapasitas 1 GW. Zankore menargetkan sekitar 200 megawatt (MW) kapasitas AI pada paruh pertama 2027. Tahap awal tersebut akan menggunakan teknologi NVIDIA GB300 NVL72. Kapasitas kemudian ditingkatkan secara bertahap sesuai perkembangan platform dan kebutuhan pasar. Apa Itu AI Factory? AI Factory berbeda dari pusat data konvensional. Infrastruktur ini dirancang khusus untuk kebutuhan komputasi AI dengan menggabungkan komputasi berperforma tinggi, jaringan, penyimpanan, sistem pendingin, energi, serta pengelolaan beban kerja. Tujuannya adalah membuat proses pengembangan dan pengoperasian AI menjadi lebih efisien dalam skala besar. Zankore Jadi Mesin Komputasi AI Zankore diposisikan sebagai platform infrastruktur AI terintegrasi. Platform tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan pengguna yang membutuhkan komputasi AI dalam jumlah besar. Dengan kapasitas yang terus ditingkatkan, Indonesia memiliki peluang menyediakan layanan AI dari dalam negeri. Empat Perusahaan Berkolaborasi Proyek ini mempertemukan empat perusahaan dengan keahlian berbeda. Indosat membawa infrastruktur digital dan kemampuan eksekusi di pasar Indonesia. Ooredoo Group berperan sebagai investor dan sponsor platform. NVIDIA menyediakan teknologi komputasi, GPU, serta perangkat lunak AI. Sementara Nokia menghadirkan teknologi jaringan yang dirancang untuk kebutuhan infrastruktur AI. Indonesia Ingin Jadi AI Hub Pembangunan AI Factory menjadi bagian dari ambisi Indonesia memperkuat posisi sebagai AI hub regional. Pemerintah melihat kebutuhan komputasi AI akan terus meningkat seiring semakin luasnya penggunaan kecerdasan artifisial. Jika infrastruktur tersedia di dalam negeri, perusahaan lokal dapat memperoleh akses terhadap kemampuan komputasi yang lebih dekat. AI Mulai Dipakai di Banyak Sektor Kecerdasan artifisial kini tidak hanya digunakan untuk chatbot. Teknologi tersebut mulai dimanfaatkan dalam berbagai sektor seperti kesehatan, pertanian, pendidikan, industri, dan layanan digital. Pemerintah juga tengah mendorong pengembangan AI yang mampu menjawab kebutuhan spesifik Indonesia. Agentic AI Jadi Perhatian Perkembangan AI kini bergerak menuju agentic AI. Sistem jenis ini dapat melakukan lebih dari sekadar memberikan jawaban. AI dapat dirancang untuk merencanakan, mengambil keputusan tertentu, dan menjalankan tugas secara lebih mandiri. Perkembangan tersebut membuat kebutuhan terhadap infrastruktur komputasi semakin besar. AI Membutuhkan Energi Besar Semakin besar kemampuan komputasi, semakin besar pula kebutuhan infrastrukturnya. Pusat komputasi AI membutuhkan listrik, pendinginan, jaringan, dan fasilitas pendukung. Karena itu, pembangunan AI Factory tidak hanya menjadi proyek teknologi. Ketersediaan energi juga menjadi bagian penting dari keberhasilannya. Infrastruktur Jadi Kunci Indonesia sebelumnya telah memperluas jaringan internet dan serat optik. Kini kebutuhan berkembang menuju infrastruktur yang mampu mendukung komputasi AI. Kementerian Komunikasi dan Digital menilai pembangunan infrastruktur digital harus mengikuti perubahan kebutuhan ekonomi berbasis AI. AI Factory Buka Peluang Bisnis Infrastruktur AI dapat menciptakan pasar baru. Perusahaan dapat menyewa kemampuan komputasi tanpa harus membangun seluruh infrastrukturnya sendiri. Model seperti ini dapat membantu startup dan perusahaan besar mengembangkan produk AI dengan lebih cepat. Startup Bisa Mendapat Manfaat Startup AI membutuhkan komputasi untuk melatih dan menjalankan model. Biaya komputasi sering menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan teknologi AI. Kehadiran infrastruktur lokal berpotensi memberikan pilihan tambahan bagi perusahaan yang membutuhkan kapasitas komputasi besar. Talenta Digital Ikut Dibutuhkan AI Factory juga membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan khusus. Teknisi, engineer, pengembang AI, ahli jaringan, keamanan siber, dan pengelola data center akan semakin dibutuhkan. Artinya, pembangunan infrastruktur dapat berjalan bersamaan dengan pertumbuhan kebutuhan talenta digital. Indonesia Tidak Ingin Sekadar Jadi Pengguna Pemerintah menyatakan pengembangan AI nasional tidak cukup hanya dengan menggunakan teknologi dari luar. Indonesia ingin membangun kemampuan dari berbagai lapisan ekosistem AI. Lapisan tersebut mencakup energi, infrastruktur, chip, talenta, hingga aplikasi. Sovereign AI Jadi Arah Strategis Kemandirian AI atau sovereign AI mulai menjadi perhatian pemerintah. Konsep tersebut berkaitan dengan kemampuan suatu negara mengembangkan dan mengelola teknologi AI sesuai kepentingan nasional. Infrastruktur komputasi menjadi salah satu fondasi penting untuk mencapai tujuan tersebut. Data Strategis Perlu Dilindungi Besarnya perkembangan AI juga membawa tantangan keamanan. Data strategis harus mendapatkan perlindungan yang kuat. Pemerintah mengingatkan bahwa AI telah berkembang menjadi bagian dari persaingan teknologi dan geopolitik sehingga keamanan data semakin penting. Ancaman Siber Semakin Kompleks Perkembangan komputasi juga membawa risiko baru. Kementerian Komdigi bahkan mengingatkan ancaman “harvest now, decrypt later”, ketika data terenkripsi dicuri dan disimpan untuk kemungkinan dibuka menggunakan kemampuan komputasi masa depan. Karena itu, pembangunan infrastruktur AI harus diikuti penguatan keamanan siber. Indonesia Punya Pasar Besar Indonesia memiliki jumlah pengguna internet dan pasar digital yang besar. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perusahaan teknologi melihat peluang pengembangan AI di Indonesia. Pasar domestik dapat menjadi tempat pengujian berbagai solusi AI sebelum dikembangkan ke pasar regional. Asia Tenggara Jadi Target Zankore tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan Indonesia. Platform tersebut juga dirancang dengan Asia-Pasifik sebagai salah satu target pasar. Artinya, Indonesia berpeluang menjadi lokasi penyedia infrastruktur AI untuk perusahaan di negara lain. Persaingan AI di ASEAN Makin Ketat Negara-negara Asia Tenggara juga berlomba membangun ekosistem AI. Infrastruktur data center, jaringan, energi, talenta, dan regulasi menjadi faktor persaingan. Indonesia memiliki kesempatan untuk mengambil posisi penting jika mampu membangun seluruh ekosistem tersebut secara konsisten. Tantangan Pembangunan AI Factory Proyek sebesar ini membutuhkan investasi dan pengelolaan yang kompleks. Ketersediaan energi, konektivitas, keamanan, sumber daya manusia, serta efisiensi operasional menjadi tantangan. Selain itu, permintaan terhadap layanan AI harus terus berkembang agar kapasitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal. Regulasi AI Ikut Disiapkan Pemerintah juga tengah menyiapkan Peta Jalan AI Nasional dan Etika AI. Regulasi tersebut diarahkan untuk mendorong inovasi sekaligus memastikan pemanfaatan AI berlangsung secara aman dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur berjalan bersamaan dengan pengembangan aturan. Masa Depan Teknologi Indonesia Jika target pembangunan berjalan sesuai rencana, AI Factory dapat menjadi salah satu infrastruktur teknologi penting di Indonesia. Kapasitas komputasi yang besar dapat mendukung perusahaan, pemerintah, startup, peneliti, dan pengembang dalam membuat berbagai solusi AI. Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor teknologi. Kesimpulan AI Factory Indonesia melalui Zankore by Indosat ditargetkan memiliki kapasitas hingga 1 GW dalam tiga tahun. Proyek tersebut merupakan kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA. Tahap awal ditargetkan menyediakan sekitar 200 MW kapasitas AI pada paruh pertama 2027. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi AI berskala besar, termasuk pengembangan teknologi perusahaan dan layanan AI di kawasan. Pembangunan ini menunjukkan bahwa persaingan teknologi tidak lagi hanya soal aplikasi dan perangkat. Energi, GPU, jaringan, data center, talenta, keamanan, dan kemampuan komputasi kini menjadi bagian penting dalam menentukan posisi sebuah negara di era AI. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Larry Jackson [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Perubahan Hitungan View YouTube Mulai Berlaku