0 0 Read Time:3 Minute, 55 Second JAKARTA – Pemerintah memperkuat infrastruktur kabel bawah laut Indonesia dengan menyiapkan empat lokasi landing station internasional. Infrastruktur tersebut direncanakan berada di Jakarta, Nusa Tenggara Timur (NTT), Manado, dan Jayapura. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat posisi sebagai salah satu pusat konektivitas digital di kawasan Asia Pasifik. Rencana tersebut disampaikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam gelaran Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026. Apa Itu Landing Station Kabel Bawah Laut? Landing station merupakan titik di darat tempat kabel komunikasi bawah laut mendarat sebelum terhubung dengan jaringan telekomunikasi di darat. Keberadaan fasilitas ini sangat penting karena kabel bawah laut menjadi jalur utama pertukaran data antarnegara. Dengan pembangunan landing station baru, Indonesia dapat memperkuat koneksi internet internasional sekaligus membuka peluang untuk menjadi titik penghubung lalu lintas data di kawasan. Empat Lokasi Kabel Bawah Laut Indonesia Pemerintah telah menyiapkan empat lokasi untuk landing station internasional. Keempat wilayah tersebut adalah: Jakarta Nusa Tenggara Timur Manado Jayapura Pemilihan lokasi mempertimbangkan efektivitas jalur konektivitas dan wilayah yang dapat dijangkau dari masing-masing titik. Jayapura, misalnya, memiliki posisi strategis karena relatif dekat dengan Australia sehingga berpotensi menjadi salah satu pintu konektivitas Indonesia menuju negara tersebut. Indonesia Punya 217 Segmen Koridor Kabel Pengembangan kabel bawah laut Indonesia tidak dilakukan tanpa perencanaan. KKP telah menetapkan koridor alur kabel bawah laut nasional melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 14 Tahun 2021. Dalam penataan tersebut terdapat 217 segmen koridor kabel bawah laut dan 209 landing point. Data KKP juga mencatat adanya empat lokasi landing station sistem komunikasi kabel laut internasional. Penataan koridor bertujuan memberikan kepastian ruang bagi operator dan investor. Lebih dari 99 Persen Trafik Data Internasional Lewat Kabel Laut Kabel bawah laut memiliki peran yang sangat besar dalam konektivitas global. Menurut paparan KKP dalam BATIC 2026, lebih dari 50 sistem kabel bawah laut internasional dan domestik berada di Indonesia. Sementara itu, lebih dari 99 persen trafik data internasional berjalan melalui kabel bawah laut. Artinya, keberadaan kabel tersebut sangat penting untuk menjaga kelancaran internet, layanan cloud, pusat data, transaksi digital, dan berbagai layanan online. AI Membuat Kebutuhan Kabel Makin Besar Pertumbuhan kecerdasan buatan atau AI ikut meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur konektivitas. Layanan AI membutuhkan pertukaran data dalam jumlah besar antara pengguna, pusat data, dan berbagai jaringan digital. Hal yang sama berlaku untuk cloud computing, pusat data, video streaming, layanan digital, serta transaksi online. Karena itu, pembangunan kabel bawah laut Indonesia menjadi salah satu bagian penting dalam menyiapkan infrastruktur digital untuk kebutuhan masa depan. Ruang Laut Harus Diatur dengan Baik Pembangunan kabel bawah laut memiliki tantangan tersendiri karena ruang laut digunakan oleh banyak sektor. Jalur kabel harus berbagi ruang dengan kegiatan perikanan, pelayaran, migas, pertambangan, konservasi, hingga pariwisata. KKP menilai penataan koridor diperlukan agar pembangunan infrastruktur digital tidak menimbulkan konflik dengan aktivitas lainnya. Kepastian ruang juga penting bagi investor agar pembangunan kabel dapat dilakukan secara lebih aman dan terencana. Pemerintah Buka Peluang untuk Perusahaan Teknologi Pemerintah juga membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan teknologi global. KKP menyebut perusahaan seperti Google dan Meta dapat terlibat dalam pembangunan infrastruktur kabel laut selama mengikuti regulasi yang berlaku di Indonesia. Keterlibatan perusahaan global dapat mempercepat pembangunan jaringan sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor infrastruktur digital. Indonesia Berpeluang Jadi Hub Digital Letak geografis Indonesia menjadi salah satu keunggulan utama. Indonesia berada di antara kawasan Asia dan Australia serta memiliki wilayah laut yang sangat luas. Kondisi tersebut memberikan peluang untuk menjadi penghubung jaringan digital regional dan global. Jika landing station, kabel laut, pusat data, dan jaringan darat dapat dikembangkan secara terintegrasi, Indonesia berpotensi memainkan peran yang lebih besar dalam lalu lintas data Asia Pasifik. Infrastruktur Kabel Jadi Fondasi Ekonomi Digital Pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan koneksi internet yang cepat dan stabil. Tanpa infrastruktur jaringan yang kuat, perkembangan cloud, AI, pusat data, e-commerce, fintech, dan berbagai layanan digital akan menghadapi keterbatasan. Karena itu, pembangunan kabel bawah laut Indonesia bukan hanya proyek telekomunikasi, tetapi juga bagian dari pembangunan infrastruktur ekonomi digital. Tantangan Keamanan Kabel Bawah Laut Selain pembangunan, keamanan jaringan juga menjadi perhatian. Kabel bawah laut harus dilindungi dari berbagai risiko, termasuk kerusakan akibat aktivitas kapal, gangguan lingkungan, maupun persoalan teknis. Dengan semakin besarnya ketergantungan masyarakat dan industri terhadap internet, keberadaan jalur alternatif dan pengelolaan koridor yang baik menjadi semakin penting. Empat Landing Station Jadi Langkah Awal Rencana empat landing station di Jakarta, NTT, Manado, dan Jayapura menjadi langkah penting dalam pengembangan kabel bawah laut Indonesia. Pemerintah juga menyebut titik hub dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan industri dan perkembangan infrastruktur digital. Jika pembangunan berjalan sesuai rencana, Indonesia tidak hanya menjadi pasar pengguna teknologi, tetapi juga dapat menjadi salah satu simpul penting dalam jaringan internet Asia Pasifik. Dengan empat landing station baru, ratusan koridor kabel, dan posisi geografis yang strategis, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat perannya sebagai hub konektivitas digital Asia Pasifik. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Larry Jackson [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Data Center Indonesia Kekurangan Kapasitas, Listrik Butuh 2.000 MW