0 0 Read Time:2 Minute, 23 Second Beijing, China – Perkembangan robot humanoid berbasis AI memasuki fase menarik setelah perusahaan-perusahaan robotika berlomba mengembangkan kecerdasan yang tidak hanya mampu berbicara, tetapi juga memahami dan bertindak di dunia fisik. Ketua ACE Robotics Wang Xiaogang memperkirakan kemampuan “otak” robot dapat mencapai terobosan setara momen ChatGPT pada akhir 2027. Teknologi yang menjadi kuncinya adalah embodied AI, yang menggabungkan persepsi, pemahaman multimodal, simulasi fisik dan perencanaan tindakan. Robot Tidak Cukup Hanya Bisa Berjalan Robot humanoid sekarang sudah mampu memperlihatkan kemampuan yang mengesankan. Pada World Robot Conference di Beijing, robot diperlihatkan melakukan berbagai aktivitas mulai dari bertinju, mengatur lalu lintas hingga bermain dalam band. Lebih dari 300 peserta pameran hadir dalam konferensi tersebut. Namun, melakukan demonstrasi yang telah dilatih berbeda dengan menghadapi situasi baru secara mandiri. Target berikutnya jauh lebih sulit: robot diberi perintah seperti “ambil barang itu dan letakkan di rak”, kemudian mampu memahami sendiri lokasi barang, cara mengambilnya, rintangan di sekitarnya dan langkah yang harus dilakukan. Data Dunia Nyata Jadi Tantangan Besar AI seperti chatbot dapat dilatih menggunakan teks dan gambar dalam jumlah sangat besar dari dunia digital. Robot menghadapi persoalan berbeda. Mereka membutuhkan data mengenai gerakan, sentuhan, objek, ruang, gaya dan interaksi fisik. ACE memperkirakan kumpulan data pelatihan robot yang tersedia saat ini baru sekitar 100.000 jam. Perusahaan tersebut menargetkan pengumpulan puluhan juta jam data dalam dua tahun mendatang. Inilah salah satu alasan kemajuan kecerdasan robot lebih sulit dibandingkan chatbot. CEO Unitree Lebih Berhati-hati Tidak semua pemimpin robotika yakin terobosan tersebut akan datang begitu cepat. CEO Unitree Wang Xingxing memperkirakan lompatan perangkat lunak yang membuat robot mampu menyelesaikan sebagian besar pekerjaan di lingkungan asing mungkin membutuhkan sekitar dua hingga sepuluh tahun. Masalah terbesarnya adalah kemampuan melakukan generalisasi. Robot yang berhasil melakukan satu pekerjaan di pabrik belum tentu otomatis mampu melakukan pekerjaan berbeda di rumah, toko atau jalan raya. China Jadi Pusat Perlombaan Robot Humanoid China kini menjadi pemain sangat besar dalam industri tersebut. Reuters melaporkan lebih dari 40.000 robot humanoid dikirim pada paruh pertama 2026, dengan China memegang bagian dominan dari pasar global. Perusahaan juga mulai mengejar penggunaan komersial. AiMOGA Robotics, afiliasi Chery Automobile, telah mengerahkan lebih dari 3.000 robot, termasuk sekitar 2.000 unit di luar China. Perusahaan menargetkan pengiriman 10.000 unit secara global pada tahun berikutnya. Dari Atraksi Menuju Pekerjaan Nyata Sekarang tantangan industri bukan lagi membuat robot terlihat keren dalam video. Investor mulai mempertanyakan apakah humanoid benar-benar dapat menghasilkan nilai ekonomi. Robot telah diuji untuk pengiriman barang hotel dan sejumlah pekerjaan manufaktur, tetapi penggunaan secara luas masih menghadapi persoalan biaya, produktivitas dan kemampuan bekerja mandiri. Karena itu, “momen ChatGPT” robot tidak akan ditentukan oleh kemampuan melakukan salto atau menari. Terobosan sebenarnya terjadi ketika seseorang dapat memberikan instruksi baru dan robot mampu memahami sendiri bagaimana menyelesaikannya dengan aman di dunia nyata. Jika kemampuan tersebut berhasil dicapai, perkembangan robot humanoid dapat berubah dari demonstrasi teknologi menjadi gelombang otomatisasi baru. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Larry Jackson [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Cuma Butuh Daya 6 Milliwatt, Chip Baru MIT Bikin Robot Kecil Bisa “Melihat” Dunia dalam 3D Baterai 60.000 Siklus Dikembangkan, Bisa Terisi dalam 3 Menit dan Lebih Aman dari Kebakaran