0 0 Read Time:2 Minute, 19 Second Hong Kong – Rencana IPO Shein di Hong Kong menjadi perhatian pasar setelah perusahaan fast-fashion tersebut mempersiapkan pencatatan saham dengan valuasi yang jauh lebih rendah dibandingkan masa kejayaannya beberapa tahun lalu. Menurut sumber Reuters, Shein berencana meluncurkan penawaran sahamnya pada Senin dan menargetkan pencatatan pada 1 September 2026. UBS Asset Management juga diperkirakan menjadi salah satu cornerstone investor. Namun, bagian paling menarik justru terletak pada valuasinya. IPO Shein di Hong Kong Bidik Valuasi US$26–27 Miliar Shein kini dilaporkan mengincar valuasi sekitar US$26 miliar hingga US$27 miliar. Angka tersebut sangat berbeda dibandingkan 2022. Pada putaran pendanaan privat tahun itu, perusahaan pernah mencapai valuasi sekitar US$100 miliar. Artinya, nilai yang dibidik dalam IPO mendatang hanya sebagian kecil dari valuasi puncaknya. Perubahan tersebut memperlihatkan bagaimana kondisi bisnis dan sentimen investor terhadap perusahaan telah berubah. Pertumbuhan Bisnis Mulai Melambat Shein berkembang pesat melalui model fast fashion berbasis internet. Perusahaan mampu menawarkan ribuan produk dengan harga relatif murah dan cepat mengikuti tren yang berkembang di media sosial. Namun, pertumbuhan pendapatan mulai melambat. Reuters melaporkan pertumbuhan pendapatan Shein mencapai sekitar 41,1 persen pada 2023, kemudian melambat menjadi sekitar 8 persen pada 2025. Pada kuartal pertama 2026, pertumbuhannya hanya sekitar 1,1 persen. Perlambatan tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor. Pernah Bernilai Hampir US$100 Miliar Perjalanan valuasi Shein menjadi bagian menarik dari rencana IPO ini. Pada puncak popularitasnya, perusahaan pernah menjadi salah satu startup swasta paling bernilai di dunia. Valuasi sekitar US$100 miliar bahkan menempatkannya di jajaran perusahaan teknologi swasta terbesar ketika itu. Kini, target sekitar US$26–27 miliar menunjukkan penurunan lebih dari 70 persen dibandingkan valuasi puncaknya. Meski demikian, valuasi tersebut masih membuat IPO Shein di Hong Kong berpotensi menjadi salah satu pencatatan perusahaan konsumen yang mendapat perhatian besar. Biaya dan Persaingan Ikut Menekan Shein juga menghadapi lingkungan bisnis yang semakin kompleks. Biaya perdagangan meningkat, sementara berbagai pasar memperketat aturan terhadap impor barang murah. Pada saat yang sama, persaingan bisnis e-commerce lintas negara semakin ketat. Reuters sebelumnya melaporkan Shein membukukan laba bersih sekitar US$2,06 miliar pada 2025, tetapi perusahaan mencatat kerugian sekitar US$99 juta pada kuartal pertama 2026. Kondisi tersebut ikut memengaruhi bagaimana investor menilai prospek perusahaan. IPO Hong Kong Jadi Ujian Besar Shein Rencana pencatatan saham akan menjadi ujian terhadap minat investor pada salah satu nama terbesar di industri fast fashion global. IPO juga memberi pasar kesempatan melihat bagaimana investor publik menilai model bisnis Shein setelah bertahun-tahun berkembang sebagai perusahaan swasta. Target pencatatan 1 September 2026 berarti proses tersebut kini semakin dekat. Jika berjalan sesuai rencana, perhatian bukan hanya tertuju pada berapa banyak dana yang berhasil dihimpun. Pasar juga akan mengamati apakah IPO Shein di Hong Kong mampu mengembalikan momentum perusahaan setelah valuasinya turun drastis dari level hampir US$100 miliar. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Larry Jackson [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Saham Unitree Meledak Hampir 6 Kali Lipat, Robot Humanoid China Jadi Rebutan Investor