0 0 Read Time:2 Minute, 41 Second Beijing, China – Bisnis robot humanoid Unitree menjadi sorotan setelah debut spektakuler perusahaan tersebut di pasar saham Shanghai. Saham Unitree melonjak hampir enam kali lipat pada hari pertama perdagangan, mencerminkan besarnya antusiasme investor terhadap industri robot berbasis kecerdasan buatan di China. Euforia tersebut tidak berlangsung tanpa volatilitas. Sehari setelah lonjakan besar, saham Unitree dibuka turun sekitar 11 persen. Pergerakan ekstrem itu memperlihatkan besarnya ekspektasi sekaligus risiko yang mengelilingi industri robot humanoid yang masih berada pada tahap awal komersialisasi. Robot Humanoid Unitree Jadi Magnet Investor Unitree merupakan salah satu perusahaan robot China yang namanya semakin dikenal secara global. Perusahaan asal Hangzhou tersebut mengembangkan robot berkaki empat serta robot humanoid yang dirancang untuk berbagai aplikasi. Debut pasar sahamnya kemudian menjadi indikator kuat besarnya minat investor terhadap sektor tersebut. Reuters melaporkan saham Unitree melonjak hampir enam kali lipat dalam debutnya di Shanghai. Fenomena tersebut terjadi ketika pemerintah dan perusahaan China meningkatkan investasi dalam kecerdasan buatan dan robotika. Industri Robot Mendekati “ChatGPT Moment” CEO Unitree Wang Xingxing memberikan gambaran ambisius mengenai masa depan industri. Menurutnya, teknologi embodied intelligence atau kecerdasan yang memungkinkan AI berinteraksi secara fisik dengan dunia sedang bergerak menuju sebuah titik perubahan besar. Wang berharap robot masa depan dapat ditempatkan di rumah yang belum pernah dikenalnya dan menyelesaikan sekitar 80 persen pekerjaan hanya berdasarkan instruksi suara atau teks. Jika kemampuan seperti itu tercapai secara konsisten, penggunaan robot humanoid dapat berkembang jauh melampaui demonstrasi teknologi. Lebih dari 300 Perusahaan Robot Berkumpul di Beijing Ledakan bisnis robot China juga terlihat dalam World Robot Conference 2026 di Beijing. Lebih dari 300 perusahaan, sebagian besar berasal dari China, menghadiri konferensi tersebut. Lebih dari 2.000 produk dan demonstrasi dipamerkan, sementara lebih dari 150 produk baru diluncurkan. Robot yang dipamerkan tidak lagi hanya berjalan atau menari. Beberapa demonstrasi menunjukkan robot humanoid menyortir paket, mengemas ponsel, serta membantu pekerjaan rumah tangga. Persaingan Bisnis Robot Makin Panas Unitree juga tidak sendirian. Divisi robotika produsen mobil China Chery Automobile, AiMOGA Robotics, sedang mempertimbangkan IPO untuk membiayai pertumbuhan dan investasi. Perusahaan tersebut menargetkan peningkatan besar pengiriman robot humanoid pada tahun depan. Startup Lumos Robotics juga mempertimbangkan pencatatan saham pada 2027. Kondisi tersebut menunjukkan industri robot humanoid China mulai bergerak dari kompetisi teknologi menuju persaingan modal dan komersialisasi. Tantangan Besarnya Ada pada “Otak” Robot Walaupun perangkat keras berkembang cepat, industri masih menghadapi persoalan besar. Menurut Wang, kemampuan perangkat lunak masih tertinggal dibandingkan perangkat keras robot. Robot modern sudah dapat berjalan, menjaga keseimbangan, membawa benda, dan melakukan berbagai gerakan kompleks. Namun, membuat robot memahami lingkungan baru dan mengambil keputusan secara mandiri masih jauh lebih sulit. Inilah alasan perkembangan AI menjadi begitu penting bagi bisnis robot humanoid. Robot Humanoid Bisa Jadi Industri Besar Berikutnya Antusiasme investor terhadap robot humanoid Unitree memperlihatkan besarnya ekspektasi terhadap teknologi ini. Jika robot akhirnya mampu melakukan pekerjaan secara konsisten di pabrik, gudang, toko hingga rumah, pasar yang terbentuk dapat menjadi sangat besar. Namun, perusahaan masih harus membuktikan bahwa robot humanoid dapat bekerja dengan aman, andal, dan ekonomis dalam penggunaan sehari-hari. Reuters mencatat kemampuan bekerja secara konsisten dalam skala besar menjadi ujian utama bagi perusahaan robot China. Lonjakan hampir enam kali lipat saham Unitree menunjukkan investor sudah memberikan perhatian besar. Kini tantangannya adalah membuktikan apakah euforia tersebut benar-benar dapat berubah menjadi bisnis robot humanoid berskala massal. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Larry Jackson [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Bisnis Teknologi Pertahanan Meledak, Laba Codan Melonjak 69% Sepanjang 2026 Valuasi Shein Anjlok Puluhan Miliar Dolar, Raksasa Fast Fashion Bersiap IPO Hong Kong