0 0 Read Time:1 Minute, 55 Second Perkembangan robot AI memasuki tahap menarik setelah para peneliti mengembangkan metode bernama VLASH, atau Vision-Language-Action with Scheduled Heuristics. Teknologi ini memungkinkan robot merencanakan tindakan berikutnya ketika gerakan sebelumnya masih berlangsung, sehingga mengurangi jeda yang selama ini membuat robot AI terlihat lambat dan kaku. Dalam pengujian yang dilaporkan pada Agustus 2026, pendekatan tersebut membuat robot menyelesaikan sejumlah tugas hingga dua kali lebih cepat. Penelitian melibatkan tim dari sejumlah institusi, termasuk MIT, Nvidia, dan UC Berkeley. Robot Tidak Perlu Selalu Berhenti untuk “Berpikir” Model vision-language-action umumnya harus memproses informasi sebelum menentukan tindakan selanjutnya. Proses tersebut dapat menciptakan jeda di antara gerakan. VLASH mencoba mengatasinya dengan menjadwalkan dan memperkirakan langkah robot berikutnya ketika aksi saat ini masih berjalan. Latensi Reaksi Turun hingga 11,8 Kali Dalam eksperimen, peneliti melaporkan penurunan latensi reaksi hingga 11,8 kali, bergantung pada perangkat keras yang digunakan. Peningkatan tersebut membuat pergerakan robot menjadi lebih berkesinambungan dibandingkan sistem yang harus menunggu proses pengambilan keputusan pada setiap langkah. Diuji untuk Menyortir dan Menumpuk Objek Teknologi ini diuji melalui berbagai tugas, termasuk menyortir dan menumpuk benda. Para peneliti bahkan menggunakan permainan cepat seperti Whac-a-Mole untuk menguji kemampuan sistem memberikan respons dengan cepat. Tidak Membutuhkan Tambahan Komputasi Saat Berjalan Salah satu hal menarik dari pendekatan VLASH adalah peningkatan kecepatannya tidak bergantung pada penambahan komputasi saat robot beroperasi. Sistem berfokus memperkirakan keadaan robot berikutnya berdasarkan gerakan yang sudah dijadwalkan. Bisa Jadi Penting untuk Robot Humanoid Perkembangan ini muncul ketika industri robot humanoid sedang berkembang pesat. China, misalnya, kini memiliki produsen seperti Unitree yang telah membangun bisnis robot humanoid dan robot berkaki empat serta memperluas produksi dan pendanaan. Robot yang dapat bergerak tanpa jeda panjang berpotensi lebih praktis untuk pekerjaan berulang di pabrik, gudang, maupun lingkungan lain yang membutuhkan koordinasi cepat. Kecepatan Belum Berarti Robot Lebih Aman Meski hasilnya menjanjikan, peningkatan kecepatan tidak otomatis berarti robot menjadi lebih aman atau lebih baik ketika berinteraksi dengan manusia. Pengujian lebih lanjut masih diperlukan pada lingkungan dinamis dan situasi dunia nyata yang sulit diprediksi. Kesimpulan Teknologi robot AI yang dapat “berpikir ke depan” menunjukkan bahwa tantangan robotika bukan hanya membuat mesin lebih pintar, tetapi juga membuatnya mampu mengambil keputusan tanpa jeda panjang. VLASH berhasil menunjukkan penyelesaian tugas hingga dua kali lebih cepat dalam pengujian, membuka peluang menuju robot AI yang bergerak semakin responsif dan natural. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Larry Jackson [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Teknologi Digital Twin Makin Canggih, Kota hingga Pabrik Bisa Memiliki “Kembaran” Virtual Komputer Kuantum Makin Dekat ke Cloud, Oracle dan Quantinuum Bangun Akses Teknologi Generasi Baru