0 0 Read Time:2 Minute, 30 Second Teknologi Ethical AI Borobudur kini membawa sejarah Candi Borobudur ke ruang digital dengan cara yang lebih interaktif. Galeri Indonesia Kaya menghadirkan Purwacarita Borobudur: Jelajah Sejarah dalam Ruang dan Rasa, sebuah pengalaman imersif yang menggabungkan kecerdasan buatan, visual digital, riset sejarah, dan budaya Indonesia. Program tersebut mulai dapat dinikmati masyarakat sejak 1 September 2026 di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta. Menariknya, pengalaman ini dapat dinikmati secara gratis dan berlangsung hingga Desember 2026. Delapan Pengalaman Imersif Berbasis AI Dalam Ethical AI Borobudur, pengunjung tidak hanya melihat gambar atau video sejarah. Mereka diajak menjelajahi delapan pengalaman imersif yang menghadirkan kisah mengenai asal-usul Borobudur, tokoh-tokoh yang berkaitan dengan pembangunannya, hingga pesan moral yang tersimpan dalam relief. Teknologi tersebut digunakan untuk membuat sejarah terasa lebih dekat dengan generasi sekarang. Pengunjung bahkan dapat melihat relief dan kisah Borobudur melalui visual interaktif yang dirancang agar pengalaman belajar terasa lebih menarik. Ethical AI Jadi Fondasi Utama Penggunaan AI dalam proyek ini bukan sekadar mengejar tampilan visual yang menarik. Pendekatan Ethical AI Borobudur menempatkan riset dan fakta sejarah sebagai dasar utama sebelum informasi diterjemahkan menjadi pengalaman digital. Purwacarita Borobudur dikembangkan melalui kolaborasi Galeri Indonesia Kaya bersama Bening Digital Indonesia dan Curaweda. Narasinya menggunakan riset sejarah yang telah divalidasi secara akademik oleh Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada serta melalui validasi profesional Museum dan Cagar Budaya. AI Tidak Dibiarkan Mengarang Sejarah Salah satu tantangan dalam penggunaan AI untuk sejarah adalah menjaga agar teknologi tidak menghasilkan informasi yang keliru atau representasi masa lalu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, Ethical AI dalam Purwacarita diposisikan sebagai alat bantu visualisasi, bukan pengganti penelitian sejarah. Fakta dan sumber yang telah diverifikasi menjadi landasan sebelum teknologi digunakan untuk membangun pengalaman digital bagi pengunjung. Sejarah Borobudur Dibawa Lebih Dekat ke Generasi Muda Pemanfaatan teknologi ini menunjukkan bagaimana AI dapat digunakan untuk kebutuhan edukasi dan pelestarian budaya. Sejarah yang biasanya dipelajari melalui buku, museum, atau kunjungan langsung kini dapat dikemas menjadi pengalaman visual yang lebih interaktif. Pengunjung diajak mengenal asal mula Kāmulan i Bhūmisambhāra, memahami kosmologi Borobudur, serta menyusuri kisah yang berkaitan dengan relief Karmawibhangga dan Avadana. Pendekatan tersebut membuat teknologi tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan kembali pengetahuan sejarah kepada masyarakat. Teknologi dan Budaya Bisa Berjalan Bersama Kehadiran Purwacarita Borobudur memperlihatkan bahwa perkembangan AI tidak harus selalu berkaitan dengan bisnis, industri, atau produktivitas. Teknologi juga dapat digunakan untuk memperkuat cara masyarakat mengenal warisan budaya. Model seperti ini membuka peluang baru bagi industri kreatif Indonesia. Ketika teknologi digital dipadukan dengan riset sejarah dan kekayaan budaya, karya yang dihasilkan dapat menjadi pengalaman edukatif sekaligus menarik bagi generasi yang semakin akrab dengan dunia digital. Kesimpulan Ethical AI Borobudur menjadi contoh bagaimana kecerdasan buatan dapat digunakan untuk membawa sejarah Indonesia ke format yang lebih modern. Melalui delapan pengalaman imersif, masyarakat dapat mengenal kisah Borobudur dengan pendekatan visual dan interaktif tanpa meninggalkan dasar penelitian sejarah. Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pemanfaatan AI membutuhkan tanggung jawab. Teknologi boleh membuat sejarah terasa lebih hidup, tetapi akurasi, riset, dan validasi tetap menjadi fondasi utama. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Larry Jackson [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Risiko AI Meningkat, Dunia Perkuat Keamanan Siber Teknologi Digital Budaya Jadi Jalan Baru Pelestarian Warisan Nusantara