0 0 Read Time:2 Minute, 57 Second Lukisan Clara Peeters kembali mendapat perhatian setelah sebuah karya lama ditemukan dalam penyimpanan National Museum of Norway. Selama bertahun-tahun, identitas pembuat lukisan tersebut tidak diketahui dengan pasti. However, penelitian baru menemukan bukti kuat yang mengarah kepada Clara Peeters. Karya itu berjudul Still Life with Small Game and Grapes on a Gilded Tazza. Moreover, lukisan tersebut diperkirakan dibuat sekitar 1620, sehingga usianya telah mencapai lebih dari empat abad. Lukisan Clara Peeters Lama Terlupakan Karya tersebut sebenarnya telah berada dalam koleksi museum selama bertahun-tahun. Pada satu periode, lukisan dikaitkan dengan Ambrosius Brueghel. However, atribusi itu kemudian ditinggalkan dan karya tersebut akhirnya tercatat sebagai anonim. Akibatnya, lukisan tidak memperoleh perhatian seperti karya dengan identitas seniman yang jelas. LUKISAN → SALAH ATRIBUSI → ANONIM → GUDANG → DITELITI ULANG Kurator Menemukannya di Penyimpanan Perubahan dimulai ketika kurator Cynthia Osiecki meneliti karya tersebut. First, ia mempelajari komposisi dan gaya lukisan. Next, penelitian berlanjut ke material yang digunakan oleh sang pelukis. Berbagai petunjuk mulai menunjukkan kemiripan dengan karya Clara Peeters. As a result, lukisan yang sebelumnya dianggap anonim memperoleh identitas baru. Ada Petunjuk Tersembunyi dalam Lukisan Clara Peeters terkenal karena detail still-life yang sangat teliti. Ia juga memiliki kebiasaan menarik. For example, sang seniman terkadang memasukkan refleksi manusia berukuran sangat kecil pada benda mengilap di dalam lukisannya. Peneliti menemukan karakter serupa pada karya yang diperiksa di Norwegia. Bayangkan: MATA TELANJANG → BENDA LOGAM ZOOM → REFLEKSI ZOOM LAGI → SOSOK MANUSIA MINI Detail seperti itu dapat menjadi petunjuk penting dalam proses atribusi. Kayu Juga Membantu Mengungkap Senimannya Peneliti tidak hanya melihat cat. Panel kayu tempat lukisan dibuat ikut diperiksa. Interestingly, penelitian menemukan hubungan antara panel tersebut dan pemasok kayu yang diketahui pernah digunakan Clara Peeters. Therefore, bukti material memperkuat analisis berdasarkan gaya visual. Pendekatannya menjadi: GAYA LUKISAN + KOMPOSISI + PANEL KAYU + DETAIL REFLEKSI = IDENTITAS SENIMAN Tanda Tangan Mungkin Hilang Dimakan Serangga Ada satu masalah: lukisan tersebut tidak memiliki tanda tangan yang terlihat. However, bagian panel mengalami kerusakan akibat woodworm. Peneliti mempertimbangkan kemungkinan bahwa area yang rusak tersebut dahulu merupakan lokasi tanda tangan Peeters. Dengan demikian, ketiadaan tanda tangan tidak otomatis menghapus kemungkinan atribusi. Clara Peeters Adalah Pelopor Still-Life Clara Peeters aktif pada awal abad ke-17 dan dikenal sebagai salah satu perempuan penting dalam perkembangan seni still-life Flemish. Pada masa tersebut, perempuan menghadapi banyak keterbatasan untuk membangun karier profesional sebagai seniman. Nevertheless, Peeters menghasilkan karya dengan objek makanan, logam, gelas, dan berbagai benda yang dilukis secara sangat detail. Kini karyanya tersimpan di berbagai koleksi museum besar. Karya Akan Mendapat Tempat Baru Lukisan yang sebelumnya tersimpan tersebut kini memperoleh perhatian berbeda. Karya itu akan menjadi bagian penting dalam pameran Woman Painter di National Museum of Norway. Pameran tersebut menyoroti seniman perempuan yang berkarya antara 1550 dan 1650. Moreover, penemuan tersebut menunjukkan bahwa gudang museum masih dapat menyimpan karya yang identitas sebenarnya belum diketahui. Berapa Banyak Mahakarya Masih Tersembunyi? Museum besar dapat memiliki koleksi jauh lebih banyak daripada karya yang mampu dipamerkan sekaligus. Therefore, ribuan objek sering berada dalam penyimpanan. Ketika teknologi dan penelitian berkembang, karya lama dapat diperiksa kembali. OLD LABEL → NEW RESEARCH → NEW EVIDENCE → NEW ATTRIBUTION Proses tersebut bahkan dapat mengubah sejarah seni. Dari “Anonim” Menjadi Clara Peeters Selama bertahun-tahun, lukisan ini kehilangan nama penciptanya. However, satu penelitian mengubah semuanya. Sebuah karya yang sebelumnya berada di balik pintu penyimpanan kini dikaitkan dengan salah satu pelopor perempuan dalam sejarah still-life Eropa. Finally, lukisan Clara Peeters menunjukkan bahwa penemuan besar dalam dunia seni tidak selalu membutuhkan penggalian arkeologi. Kadang-kadang, mahakarya berusia lebih dari 400 tahun sudah berada di museum—hanya saja tidak ada yang mengetahui siapa sebenarnya yang melukisnya. Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn About Post Author Larry Jackson [email protected] Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 0 0 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigation Lukisan Batu 2.000 Tahun Tetap Merah, Rahasianya Ternyata Darah Manusia